August 15, 2011

Hello Ghost

Siang menjelang sore ini, gue, seorang manusia galau yang nggak tau mau ngapain, akhirnya memutuskan mengisi harinya dengan menonton film. Kebetulan sepulang sekolah tadi gue mampir ke warnet buat ambil film karena nggak bisa masuk rumah. Hahaha.
Post ini tidak dimaksudkan untuk me-review film (karena kebetulan gue nggak tau bagaimana me-review film itu).


Judul filmnya adalah Hello Ghost. Ini adalah film korea yang dirilis tahun 2010.
Film ini bikin gue ngakak awal-awalnya, tapi pas nyampe ke ending... Beuh! Bocor nih air mata haha.
Gue nggak akan ceritain eloh-eloh semua gimana ceritanya atau sinopsisnya atau apapun. Pokoknya kalian harus nonton sendiri! :) Highly recommended.





August 12, 2011

I Lost My Phone.

Halo teman-teman. Kali ini gue akan memposting kabar duka (duka buat gue, buat eloh... biasa aja).
Apakah itu? Dari judul postnya sih udah ketauan kalo gue kehilangan handphone. Iya. Itulah kabar dukanya. Sedih banget nggak siiih...
Oke, karena banyak yang tanya di twitter jadi gue jelasin disini aja ya. Kejadiannya tuh gini:
Hari ini, 12 Agustus 2011, gue les di suatu bimbel di daerah Kota Baru. Nah, pas break alias istirahat gue duduk-duduk di ruang diskusi sama temen-temen gue. Gue tarohlah itu hape di meja. Pas ada bel masuk itu hape gue lupa bawa. Jadi masih di meja gitu. Dan pas kbm gue masih nggak sadar gitu. Gue bengang-bengong, ngliat kanan kiri, di kanan ada Dita lagi main hape, di kiri ada tembok. Nah, daripada gue bengang-bengong bingung gue ikut-ikutan Dita main hape. Tapi gue cari-cari hape gue di saku nggak ada, di tas nggak ada, di kursi nggak ada. Tenenet! Barulah gue inget tu hape gue taro di meja ruang diskusi. Trus gue tanya deh tuh ke Dita, "Dit, kalo hape ketinggalan di ruang diskusi nggak bakal ilang, kan?" nah si Dita jawab "Hah? Ketinggalan? Di ambil aja! Ato enggak nanti tanya FO (Front Office)". Tapi berhubung gue orangnya pemalas, gue lebih milih nunggu sampe bel pulang dan tanya ke FO.
Teeeet!! Teeet!! Teeet!!! Itu suara bel pulang men. Gue langsung buru ke ruang diskusi yang letaknya cuma didepan kelas gue, dan... mejanya sepi. Nggak ada barang sama sekali. Trus gue ditemenin Dita ke FO. Gue tanya disana ada nemu hape ato enggak dan mereka nyuruh tanya ke mas-mas tukang parkir. Trus kita tanya, katanya nggak ada. Trus akhirnya ke ruang diskusi lagi kita. Disitu ada banyak temen-temen yang lain, trus mereka nyuruh gue telpon ke hape gue. Eh malah sibuk. Trus setelah sibuk, malah tulalit. Dhuerr! Kalo ini sih ilang dicolong. Mau nanya ke siapa-siapa jelas bakal dijawab nggak ada tuh, nggak nemu tuh, dsb.
Trus jam 4.30pm akhirnya gue memutuskan buat pulang. Bukan pulang sih, lebih tepatnya pergi dari tempat itu menuju Gallery Indosat. Gue mau blokir nomer hape gue, trus bikin sim card baru lagi. Sampe sana, ternyata nomer gue atas nama Tika, adek gue. Nah gue harus bawa Tika + Kartu Pelajarnya kesana. Tapi waktunya udah nggak cukup lagi kalo buat pulang trs ngambil dia soalnya Galeri Indosat tutup jam 5pm. Kata mbak-mbaknya gue disuruh kesana lagi besok. Huaaah. Yaaah mau gimana lagi.
Ambil hikmahnya aja, jangan suka teledor ya. Jangan dibiasain. Trus juga jangan jadi pemalas, jangan suka nunda-nunda pekerjaan. Trus ada lagi, hikmahnya bulan Ramadhan itu memang bulan penuh berkah, tapi berkah kali ini bukan buat gue tapi buat yang dapetin hape gue. Selamat yaaa!





August 11, 2011

Breakfast. Break The Fasting.

This afternoon, I had iftar with my friends of Eleven Science Two at Pondok Cabe though I'm not fasting because I got my period. The event was started at 5pm, but I came late. At 5pm I just started to took a shower, and finished at 5.20pm. Ha!
After took a shower, I change my clothes as fast as I could. Then I left. I decided to got there through UGM valley. But that was a wrong choice. The traffic was so terrible and I stuck in traffic till the call to prayer rang out. And it destroyed my mood immediately. Plus I remember I didn't bring my camera. Huh!
I was in a mess when I got there. My friends told me that I was not in a good look, but who cares? At least I was lucky I could up there. Haha. I ate my food, and finish. When I finish my food, the event was finished too. Good. Now, what's the point of having iftar together? We had no conversation yet. Huhuhu. Don't you guys know that I miss you? Ah at least we had took some picture.
Yeahs! This is the fastest fast-breaking I ever attended. Can we meet again next time, pals? huh?





August 9, 2011

Scratch where it itches!

Shocked. 
Ummm, no I did not shock really. I don't know.
It's about my friend. She's a girl. Yesterday, my friends told me that 'this girl' has done something that doesn't fit with the Indonesian culture. This 'something' called as free sex. Perhaps, in your country it doesn't matter, but sex before marriage is forbidden in Indonesia.
About 'this girl', they knew it from 'this girl's' phone. Messages.
 
I've heard this for hundreds times, but I always shocked. You know, 'this girl' not only had sex with her boyfriend but she did it with another guy that I don't even know whether she knew him or not. Or just an acquaintance of cyberspace.
Sometimes, I feel sorry for his mother. She made a great sacrifices for his daughter, but her daughter always lie to her. Her daughter always tell her that she want to go out to do her homework, but then she went to internet cafe and did 'mistakes'. Her mom knew her lies, but she didn't care what her mom said.
I don't want to be friends with her again. But I felt like I was an evil. Then I decided to just say "Hi!" and smile as I can if I inadvertently meet her because ummm, I shudder whenever I met her.
What a girl.

August 6, 2011

Ketika Harapan Tidak Sesuai Dengan Realita

"Winda pengen masuk jurusan komputer?" "Winda masuk jurusan komputer ya!" "Bapak ndukung kok kalo Winda masuk IT." dan beberapa kalimat lain dengan inti yang sama sering banget gue denger.
Begini, kalimat-kalimat yang cenderung mengarah ke kalimat perintah tersebut sebenernya enggak membuat gue tertekan karena pada dasarnya gue emang suka main komputer. Gue suka komputer. Bukan beban juga dipaksa masuk jurusan Teknik Informatika.

Tapi, pada kenyataannya nilai TIK gue di rapor masih dibawah nilai ketuntasan minimal alias belum tuntas. Miris banget waktu tau kalo TIK adalah pelajaran satu-satunya yang belum tuntas. Secara semua tugas udah gue kerjain dan gue bisa mempraktekkan dengan tidak buruk.
Pada saat daftar ulang kelas 12 kemaren -gue lupa tepatnya tanggal berapa- ada beberapa temen yang bilang kalo nilai yang di rapor itu salah semua. Otomatis gue ngerasa, wah gue ada harapan nih. Tapi ternyata apa; wali kelas gue nggak mau ngerubah rapor. Itu gue denger dari temen gue yang udah protes. Dhuerr! Apaan nih. Hancur, hancur deh.
Yaaah gue sih mau konfirmasi dulu sama guru TIK gue, kenapa nilai gue sebegitu jeleknya. Kalo emang nilai itu salah, gue mau protes ke wali kelas gue dulu. Karena ini semacam menghancurkan harapan gue. Bayangin aja gue awalnya nggak pengen kuliah, terus akhirnya ada kepikiran pengen masuk TI tapi kok begini... Kau hianati hati ini. Kau curangi akuuuh. Haha.

Yaaah beginilah, apa yang eloh pikirin itu tidak selalu sama dengan realita. Tapi tetep berusahalah buat dapetin apa yang eloh mau.

Que sera sera!! whatever will be will be ;)



August 4, 2011

I Hate Her!

She ruined my life. She ruined my life. She ruined my life. She ruined my life. She ruined my life. She ruined my life. She ruined my life. She ruined my life.
I knew that this post's kinda sucks. But she's the s one.
I exactly hate to write this. But I need someone to talk to or something to talk with. And no one understands.
I think this blog won't understand too. Well, I quit.

Sorry. X.


August 2, 2011

Mesin Waktu


     Tweet dari sebongkah @poconggg, hantu permen dari Indonesia itu secara tidak sengaja memaksa gue untuk berpikir. Kalo punya mesin waktu, gue mau ke masa apa? Kenapa?

     
Di benak gue, gue pengen bisa ke masa lalu, dan masa depan. Kenapa? Kenapa?
     Kenapa masa lalu? Karena gue pengen banget bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan gue. Gue pengen banget bisa memperbaiki image gue yang sempet jadi alay (wtf?!). Gue juga pengen memperbaiki nilai-nilai gue, kalo gue dari masa depan terus gue ke masa lalu kan otomatis gue tau gimana soalnya dan gue bisa jawab dengan lancar dan jawaban gue bener, dan nilai gue bagus, dan... dan... oke itu emang buruk banget dan tidak patut. Selain itu, gue pengen melakukan hal yang terhalang oleh waktu. Yang terakhir ini emang ribet banget buat dijelasin. Mungkin hanya Tuhan, gue, dan rumput yang bergoyang yang tahu maksudnya.
     Kenapa masa depan? Karena gue pengen tau banget universitas mana yang mau nampung orang kaya gue. Gue juga pengen tau siapa suami gue, gimana anak-anak gue nantinya. Se-mewah apa rumah gue? Se-tajir apa? Dan.... oke itu emang buruk. Tapi gue penasaran banget sama masa depan gue. Gue pengen tau siapa jodoh gue nantinya.
     Tapi, diantara masa lalu dan masa depan, gue lebih pengen ada di masa kini. Kenapa? Karena gue suka sama yang sedang gue jalani sekarang. Gue suka jadi orang yang belajar dari kesalahan di masa lalu gue, orang yang berusaha agar tidak mengulangi kesalahan untuk masa depan yang gue impiin. Biarin deh dibuat penasaran sama masa depan, toh masa depan juga akan menjadi masa lalu, kan? ;)